Treatment pada batu Permata

Treatment adalah proses Penambahan yang ada pada Batu Permata atau Batu Mulia .
beberapa batu permata yang bahkan tidak akan ada jika tanpa Treatment. Contoh blue topaz semua batu blue topaz pasti treatment, emerald dengan treatment oiling.
Tanzanite dalam nuansa ungu dan biru tergantung pada perlakuan panas untuk menghasilkan pasokan yang cukup untuk memenuhi tuntutan masyarakat.
Sapphire ruby dengan harga murah di treatment dengan Glass FIll atau Campuran Kaca.
Jadi bacalah tanyakan dahulu hasil memo atau sertifikat treament di batu yang anda inginkan.
• Heat Treatment (proses pemanasan)
Proses Heat atau lebih dikenal dengan proses pemanasan sudah dikenal lama sekali, sekitar ratusan tahun yang lalu. Hanya teknologi yang dipakai saja yang berbeda pada jaman dahulu dan sekarang.
Banyak sekali Batu Permata yang secara rutin mengalami proses pemanasan ini yang tujuanya untuk memudahkan warna Batu (lighten color), menuakan warna Batu (darken color), atau merubah warna pada Batu. Kesemuanyaini dalam artian tidak boleh ada penambahan warna apapun pada Batu Permata serta harus permanen warnanya. Warna-warna yang dihasilkan dari proses heating atau pemanasan ini biasanya permanent.
Batu yang biasa secara rutin mengalami proses pemanasan dan diterima oleh pasar Batu Permata adala:
– Amber: Untuk meningkatkan warnanya serta menambah effect seperti “kilau matahari”
– Aquamarine: Untuk menuakan warna dan menghilangkan warna kehijauan agar biru yang dihasilkan lebih merata.
– Carnelian: Untuk meningkatkan warna.
– Diamond: menghilangkan warna coklat ataupun kuning pada berlian.
– Sapphire: untuk memudakan atau bisa juga untuk meningkatkan intensitas warna, serta meratakan warna.
– Tanzanite: Untuk meningkatkan intensitas warna biru.
– Topaz: dikombinasikan dengan proses radiasi untuk menghasilkan warna biru dan juga warna merah muda.
-Tourmaline: untuk memudakan dan menuakanwarna, terutama pada warna biru dan hijau.

• DIF Diffussin Treated (proses pemanasan dengan penambahan)
Proses ini kebanyakan dilakukan pada Ruby dan Sapphire yang tujunaya adalah merubah batu dari yang tidak mempunyai warna sama sekali, warna pucat ataupun ada juga yang sudah mempunyai warna yang teramat dalam, ditambah sejenis kimiawi tertentu dan memanaskanya dalam waktu tertentu.
Proses diffused ini lebih banyak dilakukan pada Sapphire dibandingkan Batu Ruby karena warna yang dihasilkan lebih baik. Proses ini tidak permanen karena hanya memiliki kedalaman tertentu atau hanya beberapa micron saja dibawah permukaan Batu. Apabila batu ini di asah ulang (recutting), maka ada kemungkinan warna bisa memudar atau hilang. Apabila material batu yang dipakai sudah memiliki warna yang dalam maka setelah diasah kemungkinan warna tersebut masih ada atau tidak hilang, dibanding dengan menggunakan material batu yang tanpa warna atau pun material batu berwarna pucat, yang apabila diproses dengan diffused ini bila diasah ulang (recutting) warnanya bisa hilang atau pudar.

•GF  GlassFILL Fracture Filled (proses pengisian pada cacat)
adalah proses yang banyak dilakukan pada batu-batu Ruby, sapphire,
Pada Berlian misalnya, cacatnya diisi dengan cairan yang mempunyai indeks bias tinggi agar cacatnya lebih tersamar.
Akhir-akhir ini pada Batu Ruby juga terdapat proses seperti di isi dengan cairan kaca (lead glass dan bismut) ataupun cairan yang sejenisnya yang tujuanya untuk meningkatkan keseluruhan penampilan. Batu Ruby yang mengalami proses ini agak sulit dilihat dengan mata yang tidak terlatih atau awam.
Sedangkan pada batu emerald (Zamrud) proses seperti ini, yaitu mengisi cacatnya dengan minyak (cedarwood oil) sudah dipergunakan sejak bertahun-tahun lamanya, dan tidak ada yang tahu sejak kapan pertamakalinya dipergunakan. Ada beberapa sumber yang mengatakan sejak Romawi kuno proses ini sudah diterapkan. Sekarang para pelaku proses (treater) menggunakan bahan-bahan seperti oil (minyak), paraffin (sejenis lilin), glass (cairan kaca), serta sejenis resin (opticon).

 

• Irradiation (radiasi)
Proses radiasi banyak sekali di temukan saat ini, dan banyak dikombinasikan dengan proses pemanasan agar warna yang dihasilkan stabil dan permanen. Batu-batu Permata yang biasa mengalami proses radiasi:
– Diamond (berlian), dapat merubah warna berlian dari yang tidak begitu putih menjadi fancy color atau Berlian warna wari (hijau, kuning, biru, merah dan lai-lain).
– Kunzite, Untuk menghasilkan warna yang tua
– Topaz, untuk merubah warna menjadi warna biru, kuning, orange, coklat dah hijau.

• Dyed (penambahan warna dengan cara dicelup)
Proses dyed atau dicelup sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. banyak sekali ditemukan pada perhiasan antik uno serta untuk mengimitasi penampilan warnanya agar mirip dengan Batu Permata lainya. Batu-batu permata yang sering mengalami proses ini diantaranya adalah: jade, Opal, Coral, Agate, Chalcedony, Lapis Lazuli, serta tidak ketinggalan batu Ruby, Sapphire, Serta Emeral yang bermutu rendah.
Tujuan daripada proses dyed ini adalah agar penampilan dan intensitas warna dapat lebih menarik serta membuat warna-warni yang diinginkan. Proses dyed ini ada yang permanent dan ada pula yang tidak permanent.
Khusus untuk Batu Jade kadang digunakan perpaduan antara proses bleaching atau meluruhkan kotoran-kotoran yang ada, setelahnya barulah dicelup warnanya menjadi hijau, merah, ungu (lavender), biru, dan lain-lain.
• Coating (Pelapisan)
Belakangan ini banyak sekali coating atau pelapisan pada permukaan Batu dengan pewarna ataupun bahan sejenis lilin (wax) yang terkadang sangat sulit untuk dideteksi dengan mata awam. Sebagai contoh Batu Sapphire dan Tanzanite ada yang dilapisi dengan bahan kimia cobalt agar menghasilkan warna biru.
pelapisan lainya pada Berlian yang dilapisi dengan pewarna merah muda atau warna lainya untuk menghasilkan Berlian warna warni atau fancy color.
Disamping itu ada pula Batu Topaz putih dilapisi dengan lapisan tipis titanium atau sejenis pelapisan azotic, sehingga warna yang dihasilkan menjadi warna pelangi dan dijual di pasaran sebagai ‘Mystic Topaz’. pelapisan ini dilakukan dibagian bawah batu atau bagian pavilion batu.

• Composite (tempelan berupa doublet atau triplet)
Arti dan maksud dari composite itu sendiri adalah ‘gabungan’ dengan menggunakan sejenis bahan lem (glue) untuk menempel batu lebih dari 1bagian, yang meliputi doublet (tempelan dari 2 bagian batu) dan triplet (tempelan lebih dari 3 bagian batu)
– Doublet, penting sekali untuk diketahui bahwa tempelan ini banyak dipergunakan pada perhiasan-perhiasan antik jaman dahulu dab juga pada perhiasan modern yang sekarang ini banyak sekali beredar dipasaran. Batu tempelan doublet ini terdiri dari 2 bagian atas dan bawah, yang bagian atasnya biasanya Batu natural dan dibawahnya Batu synthetic atau bisa juga dari baha kaca atau kadangkala bisa saja bagian atas natural dan bagian bawah juga natural. Batu-batu yang mempunyai proses doublet ini biasanya adalah Ruby, Sapphire, Emerald, Spinel, Berlian.
– Triplet, biasanya digunakan pada Batu Opal karena Batu Opal kadang ada yang diasah dengan amat tipis, sehingga supaya lebih tahan lama maka dibuat triplet atau tempelan 3 bagian yaitu Batu Quartz Putih pada bagian atasnya, Opal pada bagian tengahnya dan Batu Black Onyx pada bagian bawahnya.